Peluncuran Laboratorium BMT Muamalah Mandiri, Sinergi Insitut SEBI–BAZNAS–BMT MM

27 Nov 2025 12:38

Kolaborasi Besar untuk Mencetak Generasi Ahli Keuangan Syariah yang Siap Terjun ke Lapangan

DEPOK – Program Studi Perbankan Syariah Institut SEBI kini memiliki fasilitas akademik bertaraf industri. Pada Rabu, 19 November 2025, kampus tersebut secara resmi meluncurkan Laboratorium Bank SEBI (Simulasi, Edukasi, Bisnis, dan Pembiayaan). Acara Grand Launching dan seremoni Potong Pita dilaksanakan dengan khidmat di Kantor Laboratorium Bank Syariah SEBI.

Peresmian laboratorium ini dihadiri oleh Pengawas KSPP Syariah BMT Muamalah Mandiri Pujianto, SE., MM, Rektor Insitut SEBI Dr. Sigit Pramono, Ph.D., CA., CPA., serta jajaran pimpinan lainnya.

Laboratorium Bank SEBI dibangun untuk menjembatani kesenjangan antara teori di kelas dan praktik di industri perbankan dan investasi. Fasilitas ini dilengkapi dengan perangkat keras dan lunak yang mensimulasikan operasional bank secara menyeluruh, termasuk loket Teller, area Customer Service, dan ruang akad untuk praktek ikan qabul akad pembiayaan yang akan digunakan.

Dalam sambutannya, Dr. Sigit Pramono, Ph.D., CA., CPA. menyampaikan, “Laboratorium Bank SEBI adalah investasi strategis untuk masa depan mahasiswa. Kami tidak ingin mahasiswa hanya tahu konsep; kami ingin mereka terampil dan siap kerja sejak hari pertama lulus. Fasilitas ini akan memastikan lulusan kami menjadi tenaga profesional yang kompeten di sektor keuangan. Kegitan ini dihadiri lebih dari 100 peserta dari berbagai kalangan, seperti mahasiswa, masyarakat, dosen dan pihak yang terlibat pada kegiatan tersebut.

Di tengah tantangan ekonomi yang semakin terasa bagi keluarga prasejahtera, harapan baru hadir bagi para mustahik BAZNAS Kota Depok. Mereka datang dengan semangat untuk belajar dan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Ketua BAZNAS Kota Depok, Dr. Endang, SE., MM., menyampaikan bahwa Program SRIPEK bukan sekadar bantuan modal, melainkan proses panjang membangun kemandirian.

Ia berkata, “Program SRIPEK ini kami rancang agar para mustahik bisa naik kelas dari penerima zakat menjadi pemberi zakat. Itu hanya akan terjadi jika mereka diberi ilmu, pendampingan, dan kepercayaan diri. Dalam pembinaan ini, para mustahik belajar tentang cara mengelola keuangan, memasarkan produk, hingga pentingnya mencatat transaksi secara sederhana. Tidak hanya teori, mereka juga mendapatkan sesi coaching langsung di mana peserta menceritakan kendala usaha mereka dan mendapatkan solusi praktis dari pemateri. Banyak peserta mengaku baru pertama kali mengikuti pembinaan seperti ini, dan mereka merasa lebih percaya diri untuk mengembangkan usaha kecil yang dimiliki.

Selain pembinaan, kegiatan ini juga dilengkapi dengan Seminar dan Kuliah Umum, yang diikuti mahasiswa SEBI, pelaku UMKM, dan masyarakat umum. Materi yang disampaikan pun sangat relevan dengan keadaan saat ini.

Momen puncak acara ini ditandai dengan prosesi pemotongan pita yang dilakukan secara simbolis oleh Dr. Sigit Pramono, Ph.D., CA., CPA., bersama Rika Irawaty. Pemotongan pita ini merupakan tanda sebagai resmi beroperasinya laboratorium BMT MM Insitut SEBI tersebut. Setelah peresmian, para tamu undangan diajak meninjau fasilitas yang diharapkan menjadi pusat unggulan dalam praktik perbankan syariah.

Acara ini bukan sekadar peresmian biasa melainkan pembukaan ruang baru bagi masyarakat dan mahasiswa untuk mengakses layanan keuangan syariah secara langsung. Laboratorium Bank Mini syariah ini diharapkan dapat menjadi: tempat masyarakat mendapatkan layanan tabungan dan pembiayaan syariah, ruang praktik mahasiswa untuk mempelajari dunia keuangan mikro, mitra baru BAZNAS dalam menyalurkan pembiayaan produktif kepada penerima manfaat. Bagi sebagian peserta, melihat lembaga keuangan syariah hadir begitu dekat memberikan rasa optimis bahwa mereka kini memiliki tempat untuk bertanya, belajar, dan mengembangkan usaha. Seluruh rangkaian kegiatan ini berjalan dengan lancar. Setelah sesi acara tersebut terdapat pembagian doorprise kepada beberapa peserta, dan yang mendaftar sebagai anggota di Laboratorium bank syariah BMT MM Insitut SEBI akan mendapat voucher belanja. Kutipan terakhir acara ini tidak akan berjalan dengan baik, tanpa adanya kolaborasi antara: BAZNAS Kota Depok sebagai pengelola zakat, BMT Mu’amalah Mandiri sebagai lembaga keuangan mikro syariah, Insitut SEBI sebagai lembaga pendidikan ekonomi Islam. Ketika tiga kekuatan ini bersatu, tercipta ekosistem yang mendukung mustahik untuk tumbuh menjadi masyarakat mandiri, produktif, dan berdaya saing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *