
Depok, 8 Mei 2026 – Komitmen BMT Muamalah Mandiri (MMD) Depok dalam mendorong penguatan koperasi syariah diwujudkan melalui program magang bagi dua koperasi dari jaringan Cokroaminoto. Selama dua hari full, pengurus Koperasi Cokroaminoto Depok dan Koperasi Cokroaminoto Cikarang belajar langsung tata kelola koperasi profesional di kantor pusat BMT MMD, Sawangan, Depok. Kegiatan magang dengan mekanisme studi tiru ini didampingi langsung oleh Manajer BMT MMD, Ibu Rika Irawaty dan Bendahara Umum BMT MMD, Bapak Suwarjono. Para peserta diajak menyelami praktik harian BMT MMD, mulai dari layanan anggota, manajemen risiko pembiayaan, pencatatan keuangan syariah, hingga strategi pengembangan usaha koperasi.
Bedah Penyebab Koperasi Gulung Tikar
Salah satu sesi paling menarik adalah diskusi bersama Pengawas BMT MMD, Bapak Pujianto. Dalam forum tersebut, dibedah secara terbuka alasan banyak koperasi di Indonesia tidak berumur panjang. “Pertama, tata kelola yang tidak profesional. Masih banyak koperasi dikelola seperti arisan keluarga, tanpa SOP, tanpa audit, tanpa pemisahan yang jelas antara pengurus dan pengelola,” tegas Pujianto. Kedua, menurutnya, sifat koperasi yang eksklusif menjadi jebakan. “Koperasi yang hanya melayani kelompoknya sendiri, ruang geraknya terbatas. Padahal prinsip koperasi itu terbuka dan gotong royong. Kalau tidak ekspansif dan inklusif, ya sulit tumbuh,” tambahnya.
Belajar Langsung dari Praktik Baik
Manajer BMT MMD, Rika Irawaty, menyampaikan bahwa BMT MMD sengaja membuka diri sebagai laboratorium belajar koperasi. “Kami ingin praktik baik yang sudah berjalan di MMD bisa direplikasi. Mulai dari transparansi laporan ke anggota tiap bulan, digitalisasi pembukuan, sampai cara menjaga amanah dana umat,” ujarnya. Perwakilan Koperasi Cokroaminoto Cikarang mengaku tercerahkan. “Kami jadi tahu bedanya koperasi yang jalan di tempat sama koperasi yang sehat. Ternyata kuncinya di manajemen yang disiplin dan keberanian membuka diri ke masyarakat luas,” ungkap Bapak Iyon salah satu peserta.
Koperasi Harus Naik Kelas
Bendahara Umum BMT MMD, Suwarjono, menutup kegiatan dengan pesan bahwa koperasi tidak boleh anti-perubahan. “Zaman sudah digital, anggota sudah kritis. Kalau koperasi masih dikelola manual dan tertutup, ditinggal anggota. BMT MMD siap dampingi koperasi lain yang mau naik kelas,” pungkasnya. Melalui program magang ini, BMT MMD berharap ekosistem koperasi syariah yang didampingi dari seluruh Indonesia semakin kuat, profesional, dan berdampak nyata bagi ekonomi umat.



