Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Jawa Barat menggelar capacity building bagi Baitul Maal wat Tamwil (BMT) guna memperkuat perannya sebagai lembaga keuangan mikro syariah yang sehat, terpercaya, dan kompetitif. Kegiatan ini juga menawarkan alternatif pembiayaan aman bagi masyarakat, dengan mengundang perwakilan dari berbagai BMT termasuk dua orang dari BMT Muamalah Mandiri: Pengawas Bapak Pujianto, SE., MM dan Manager Ibu Rika Irawaty.
Partisipasi Aktif BMT Muamalah Mandiri
Perwakilan BMT Muamalah Mandiri hadir untuk mengikuti pelatihan intensif ini, menunjukkan komitmen mereka dalam meningkatkan kualitas operasional dan layanan syariah. BMT ini, sebagai koperasi simpan pinjam berbasis syariah, fokus pada pemberdayaan UMKM tanpa praktik riba.
Acara berlangsung pada Senin-Rabu, 20-22 April 2026, Lokasi di Bale Pajajaran, Lantai 5, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, yang menjadi pusat kegiatan resmi serupa di Bandung.
Pemateri dan Susunan Materi
Pemateri melibatkan Dinas Koperasi Provinsi Jawa Barat, Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, praktisi dari BMT Sidogiri, serta OJK Provinsi Jawa Barat.
Materi Utama:
- Regulasi, tata kelola, peran koperasi, dan tantangan masa depan.
- Lesson learned temuan lapangan (maraknya pinjol ilegal dan judol), sinergi diperlukan, serta penguatan kapabilitas koperasi untuk ekosistem.
- Strategi penghimpunan dana & pengembangan produk.



Materi Lanjutan (Sesi Praktik dan Diskusi):
- Desain produk simpanan syariah: analisis kelayakan pembiayaan (5C+1S & teknik survei usaha mikro).
- Teknik penyaluran pembiayaan produktif, urgensi SOP & penyusunan SOP kas, teller, pembiayaan & penagihan (praktik langsung).
- Identifikasi risiko & klasifikasi kolektibilitas.
- Strategi restrukturisasi & penurunan NPF.
- Tata kelola BMT & fraud triangle (jenis & penyebab), desain pengendalian internal & budaya anti-fraud.
- Etos kerja Islami & kompensasi yang memotivasi.
- Studi kasus kegagalan & keberhasilan BMT melalui diskusi kelompok, penyusunan action plan, dan komitmen bersama.
Kegiatan ini diharapkan menghasilkan strategi konkret untuk memperkuat ekosistem BMT di Jawa Barat sebagai pilar ekonomi syariah.

